Monday, December 5, 2011

Sedikit Cerita Tentang Content Provider

Entah apa yang membawaku sampai masuk ke dunia konten. Dunia yang sama sekali belum pernah ku sentuh sebelumnya. Sampai akhirnya aku keluar dari industri yang telah membangun etos kerja dan pengalaman ku di bidang teknologi dan masuk ke industri Airline. semua berawal
Tiga tahun yang lalu. aku sangat Awam se awam-awamnya deh klo waktu itu ditanya soal konten.

Pertanyaan yang sering muncul kalo ketemu sama teman lama, kerabat ataupun keluarga, "kerja dimana?"
Trus g jawab "content provider"
Pasti deh harus mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan berikutnya yang ga lain dan ga bukan "apa tuh?"

Begitu lah nasib dari content provider yang masih belum banyak dikenal orang. Biasanya untuk menjelaskannya, g selalu mengaitkannya dengan ringbacktone/RBT, ringtone, SMS registrasi, shortcode empat digit, games, dan polling SMS. Ato klo penjelasannya ditujukan kepada kaum yang lebih sepuh, maka akan g tambahkan dengan, "pokoknya semua yang berhubungan dengan konten-konten download gitu deh".

Yah, ga heran juga seh sebenarnya. Industri ini sendiri di Indonesia memang terhitung baru dan masih banyak dikuasai oleh pemain dari negeri jiran. Image-nya pun semakin buruk dengan banyaknya CP (sebutan akrab content provider) nakal.

Ga berasa uda hampir tiga tahun berkerja di industri CP. Mau ga mau g jadi belajar banyak mengenai tehnologi telekomunikasi, dan layanan-layanan didalamnya. Ehmm.. menarik juga.. Penasaran juga sama sampai mana bisnis ini akan berkembang di Indonesia.

Yang bisa g simpulkan dari bisnis CP, dari ilmu g yang masih amat sangat dikit adalah:
Dimana ada CP, di situ ada Operator. Operator adalah harga mati bagi bisnis CP. Masuk akal banget seh, mengingat semua yang akan dijual oleh para CP ditujukan kepada pelanggan para pengguna jasa operator telekomunikasi. Jadi, si CP harus menjalin interkoneksi dengan para operator agar apa yang dijual bisa sampai pada konsumen.

Untuk dapat menjalin interkoneksi dengan operator dibutuhkan yang namanya tehnologi. Hal yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Semua barang dagangan yang akan disampaikan kepada konsumen tidak akan bisa sampai tanpa tehnologi. Jadi, ga akan bisa dagang kalo ga ada tehnologi. Buat g, bisnis CP adalah bisnis tehnologi yang tak langsung. Khususnya tehnologi mobile.

Apa yang didagangkan CP disebut konten. Tercermin jelas dari nama industrinya Content Provider, penyedia konten. Secara garis besar, jenis konten bisa dibedakan jadi Text/SMS, WAP dan Smart Messaging.